34. Sedikit Cerita saat Shopping

1167 Words

Helva tak pernah membayangkan bahwa hari itu, yang awalnya dia kira akan penuh tekanan, justru menjadi pengalaman yang menyenangkan. Mereka tiba di mall pusat kota, tempat belanja paling eksklusif yang hanya dikunjungi kalangan atas. Begitu turun dari mobil, Leviana langsung memimpin langkah, anggun kemanapun dan seperti apapun wanita itu tampil, membimbing Helva seperti seorang ibu yang tahu pasti apa yang diinginkan anaknya. “Mari, kita mulai dari gaun dulu,” kata Leviana sambil tersenyum. Senyum yang untuk pertama kalinya terasa hangat, bukan dingin dan datar apalagi sorot benci. Helva hanya mengangguk dan mengikuti. Mereka keluar-masuk butik-butik mewah, mulai dari stand gaun pesta dengan koleksi terbatas, deretan sepatu hak tinggi dari merek internasional, hingga tas-tas tangan yan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD