Satu Kamar

1141 Words

Sore itu, tampak Pritha sudah sampai di rumah ibunda sang majikan atau yang saat ini sudah menjadi suaminya. Prita tampak membantu memberi makan sang ibu dengan sabar. "Nak, karena kamu sudah sah menikah, kamu harus ikhlas menjalani rumah tangga ini." Nasehat sang ibu mertua atau majikannya dulu membuat Pritha mengangguk paham. "Baik, Bu. Insya Allah Pritha bisa amanah selama dua tahun ini..." jawabnya dengan senyum tulus mengembang di wajahnya. "Tidak, Nak. Kalau Allah berkehendak, rencana manusia hanya akan tinggal rencana. Mungkin kamu di minta dua tahun, tapi kalau Allah berkehendak maka dua tahun bisa menjadi selamanya, maka berdoa dan memohon pada Allah. Dia sang pemilik hidup." Tegas sang ibu membuat Pritha menganguk paham. "Pritha usahakan, Bu. Bismillah..." jawabnya dan sang i

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD