"Ken, kau bisa istirahat. Biar aku yang menjaga Kings." Kenzie hanya mengangguk singkat sebagai tanggapan lalu berbalik pergi. Sepeninggal Kenzie, Queenza memasuki gelembung pelindung ciptaannya lalu duduk dengan hati-hati di sisi ranjang tempat Kingsley berbaring. Berusaha sejauh mungkin dan memastikan dirinya tidak menyentuh tubuh sang suami. Queenza benar-benar tidak menyukai apa yang dilihatnya. Kingsley sangat pucat seperti mayat. Hanya gerakan naik-turun lemah di dadanya yang membuat Queenza yakin sang suami masih hidup. Seketika rasa panas terasa menusuk belakang mata Queenza hingga membuat matanya berkaca-kaca. Susah payah dia menelan ludah untuk membasahi kerongkongannya yang mendadak tercekat. "Kings... bangunlah." Queenza menggigit bibir untuk menahan isakannya. "Aku membut

