Bab 4

1305 Words
Xafier membuka pintu mobilnya untuk Venus yang sejak tadi hanya diam. Tapi ternyata Xafier tak ikut masuk ke dalam mobil itu. "Mark, antar istriku pulang ke rumah." Marko mengangguk, lalu dia masuk ke dalam mobil untuk membawa Venus pulang ke rumah Xafier. Saat Xafier ingin beranjak pergi ke mobil satunya, ujung bajunya di tarik oleh Venus sedikit. "Kamu mau kemana?" Venus menatap Xavier berharap mendapatkan jawaban. Sedangkan Xafier memindai wajah Venus mencari tahu apa yang ada dalam pikiran gadis itu. Dia menunduk, mensejajarkan wajahnya dengan wajah Venus. "Kenapa? Kamu tak sabar ingin melakukan malam pertama dengan ku?" Xafier melontarkan kata kata yang sedikit menggoda untuk Venus. Mata Venus melebar mendengar pertanyaan itu. Dia melepaskan pegangannya pada ujung baju Xafier lalu bergeser masuk ke dalam mobil. Tapi Xafier menahan tengkuk Venus lalu mencium Venus dalam Venus yang terkejut dengan apa yang di lakukan Xafier kepadanya. Sedangkan Marko yang ada di depan langsung terbatuk kecil. "Nurut Venus, pulang sama Marko. Aku akan pulang tengah malam. Jangan menungguku!" Setelah mengatakan itu, Xafier pergi ke mobil yang satunya. Dan Marko membawa pergi Venus yang langsung terdiam setelah Xafier melepaskan ciumannya. Melihat mobil yang membawa Venus menjauh, Xafier menyuruh sopir pribadinya untuk membawanya pergi ke sebuah tempat. Dia ada urusan yang harus di selesaikan malam itu juga. Venus sempat melirik ke arah mobil Xafier yang ada di belakangnya. # Di rumah Adrian..... Rosi dan Adrian sedang bertengkar hebat. Rosi masih tak terima dengan apa yang di lakukan Adrian kepadanya. "Pa, kamu udah berani nampar aku di depan Venus. Kamu bikin aku nggak punya harga diri lagi. Setelah ini pasti dia bakal lebih berani sama aku!!" teriak Rosi keras. Adrian yang sejak tadi sebenarnya menyesali apa yang barusan dia lakukan kembali terpancing emosi. Brak.... "Cukup Rosi!!" Rosi terkesiap, wajahnya kembali pucat saat melihat wajah Adrian yang merah padam karena marah. "Kamu tahu apa yang kamu lakukan bisa bikin kita celaka. Apa kamu kira membuat tuan Xafier mau menerima orang lain yang berbeda dengan apa yang sudah di sepakati itu gampang? Jika tadi dia tak menerima Venus, nyawa kita akan melayang. Tak hanya itu, semua yang kita miliki akan habis. Dimana otakmu hah?" Rosi terdiam, dia mulai mengontrol dirinya. Dia tak boleh mati saat ini. Sabitha masih butuh dirinya. Adrian yang melihat Rosi terdiam mendengus kesal. "Jangan berbuat ulah Rosi. Venus sudah bersedia menggantikan Sabitha itu sudah cukup. Bahkan kita juga mendapatkan uang mahar yang cukup banyak. Jadi jangan sampai kamu mengganggu Venus lagi jika bertemu dengan nya. Sekarang dia milik Xavier. Kamu tahu bagaimana Xafier. Ingat Rosi, aku sudah merelakan putriku menggantikan putrimu yang tak tahu di untung itu. Jangan sampai dia kembali kesini dan membuat onar lagi!!!" Rosi yang mendengar itu membelalakan matanya. Dengan mendengar perkataan Adrian, itu tandanya Sabitha tak akan bisa kembali ke rumah itu dengan mudah. Adrian yang masih diliputi emosi yang tinggi memilih untuk keluar dari kamarnya. Dia pergi ke ruang kerjanya. "Venus, kamu harus bahagia setelah ini. Maafin papa harus melakukan cara seperti ini agar kamu terbebas dari rumah yang seperti neraka ini." gumam Adrian pelan. Adrian mengusap bingkai foto Venus dan juga ibunya Venus yang sudah tiada. # Venus sudah sampai di kediaman Xafier. Dia juga sudah di antar masuk oleh kepala pelayan yang memang sudah di tugaskan Xavier untuk mengurusi Venus saat di rumah. Venus masuk ke dalam kamar milik Xafier yang bernuansa maskulin. Venus mengitari kamar itu dan melihat semua yang ada di dalam kamar Xafier. Saat Venus masuk ke dalam walk in closet matanya membola saat melihat isi ruangan itu. Disana ada pakaian wanita yang seperti seleranya semuanya. "Apa dia menyiapkan semuanya untukku?" Venus melihat semua ruangan, bahkan aksesoris dan yang lain. P Ponsel Venus berdering, disana ada nama Dilan yang menelfon nya. "Ada apa?" Dimana? Kenapa sejak tadi tak membalas pesanku? Venus menepuk keningnya karena lupa memberi kabar kepada Dilan. Pasti dua orang itu akan mengomelinya setelah ini. "Aku baru melihat ponselku, ada apa kak Dilan?" Edgar mencari mu, dia mengamuk di depan butik. Dan dia sempat melukai petugas keamanan disana. Venus memijat pelipisnya, dia bahkan lupa dengan laki laki itu. Terlebih saat semua yang terjadi beberapa waktu lalu. "Apa yang dia inginkan?" Meminta kamu kembali bersamanya. "Aku sudah menikah," sahut Venus cepat. Sedetik dua detik dan tak ada sahutan lagi dari Dilan. Apaaa? Terdengar teriakan dari seberang telfon itu, telinga Venus langsung berdengung karena sakit. "Aish, kak, jangan berteriak. Telinga ku sakit!!!" omel Venus. "Aku akan menjelaskan nya nanti. Kabari aku jika dia berbuat onar lagi!!" Venus memilih untuk mematikan sambungan telfonya karena mendengar suara mobil masuk ke dalam area rumah Xafier. "Cepat sekali dia pulang? Apa yang dia lakukan?" Venus melihat keluar jendela dan benar saja Xafier keluar dari dalam mobil. Venus memilih untuk tak menyambutnya karena semua terjadi begitu cepat. # Xafier yang baru saja sampai langsung menuju kamarnya mencari keberadaan Venus. Tapi saat dia sampai di dalam kamar dia tak menemukan Venus. Xafier mencari di semua sudut kamarnya tapi pada saat dia ingin membuka kamar mandi, pintu kamar mandi itu terbuka dari arah kamar mandi. Venus pun terkejut saat melihat Xafier sudah berdiri di depannya dengan wajah cemas. Xafier mencengkeram bahu Venus erat karena dia berpikir jika Venus kabur dari sana. "Kai, lepas .. sakit!" Xafier yang tersadar sudah menyakiti Venus segera melepaskan bahu Venus. "Kamu kenapa?" tanya Venus lagi. Venus melihat Xafier dengan penuh tanda tanya. "Kamu baru dari mana?" Venus menaikkan sebelah alisnya karena merasa Xavier bodoh. Terlebih dia tahu jika Venus baru saja keluar dari kamar mandi. "Apa mata kamu tak melihat aku keluar dari mana?" Xafier mengambil napas panjang dan menghembuskan nya perlahan. "Aku kira kamu kabur lagi seperti biasanya!" sindir Xafier. Xafier berbalik, menunggu Venus di sofa yang ada disana. Venus yang merasa aneh dengan tingkah Xafier pun bingung. Tapi dia memilih untuk bersikap acuh. Dan segera mengganti pakaiannya. Xafier yang melihat itu mengambil merokok untuk mengalihkan pikirannya. Bagaimana tidak, dia melihat Venus hanya memakai handuk mandi. Dengan rambut yang masih basah. Sial, meskipun aku sudah dua kali melihatnya tetap saja rasanya beda! Xafier berkali kali menghembuskan napasnya saat memikirkan apa yang terlintas di benaknya. Xafier menoleh saat indera penciuman nya mencium bau wangi dari arah Venus. "Kenapa kamu melihat ku seperti itu?" Venus semakin merasa aneh karena Xafier terus melihat nya dengan tatapan yang tak bisa di bacanya. "Apa emang nggak boleh melihat istrinya sendiri?" Venus menaikkan sebelah alisnya, dia hampir lupa jika dia terikat pernikahan dengan Xafier. Laki laki yang sudah dua kali menghabiskan malam panas bersamanya. Mengingat malam panas dengan Xafier membuat wajah Venus memanas. Entah kenapa malah terlintas hal itu di pikirannya. Xafier yang melihat wajah Venus memerah pun tersenyum samar. Dia tahu apa yang ada di pikiran Venus. "Kenapa wajahmu memerah? Apa kau ingat sesuatu?" Mata Venus membola saat mendengar pertanyaan Xafier. Venus memalingkan wajahnya karena pertanyaan Xafier tepat sasaran. Xafier mematikan rokoknya, bangkit berdiri. Berjalan pelan ke arah Venus. Venus yang memang tahu jika Xafier sedang berjalan ke arahnya sudah menahan napasnya. Sret ... "Apa yang kamu lakukan Kai?" pekik Venus kaget. Xafier menahan pinggang Venus sehingga tubuh mereka semakin berdekatan. "Kenapa suka sekali memanggil nama ku yang itu? Apa kamu lebih mengingat nama itu dari pada nama Xafier?" Venus meneguk ludahnya kasar, dia bahkan tak tahu kenapa nama Kaito lebih lekat dengan ingatannya dari pada nama Xafier. Venus yang merasa terintimidasi oleh Xafier mencoba melawan Xafier. Venus membalas tatapan Xafier dengan berani. Xafier yang mendapat itu merasa lebih tertantang dengan apa yang dilakukan Venus saat ini. Xafier mendekat ke arah telinga Venus. "Aku semakin tertarik denganmu!!" Venus mendorong tubuh Xafier tapi Xafier tetap menahan pinggang Venus. "Kamu lupa kalau kita akan menikah? Dan aku akan mengurusnya dengan cepat. Menurut lah Venus, jangan jadi kucing liar saat bersama ku!" Venus tak terima saat Xafier mencoba mengaturnya. Apalagi berusaha menahannya di sangkar emas milik Xafier. "Kamu ingin mengurungku?" "Apa kamu merasa seperti itu?" to be continued
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD