12. Fakta Yang Terkuak.

2016 Words

Ruang kerja Mahdi terasa hangat namun profesional. Rak buku berjajar di dinding, sementara meja kerjanya dipenuhi berkas-berkas. Nurul dan Niken duduk berhadapan dengannya. Awalnya suasana masih ringan. Mereka sempat tertawa kecil mengenang masa SMP, kenakalan kecil, guru-guru yang galak, dan momen-momen yang berkesan. Namun perlahan topik pembicaraan pun berubah. Wajah Nurul berubah serius. Ia menarik napas panjang dan mulai berbicara. "Gue ke sini karena ingin meminta bantuan lo, Di,” ucapnya hati-hati. "Gue ingin mengugat cerai suami gue." Mahdi tidak terlihat terkejut. Ia hanya mengangguk pelan. "Oke. Niken udah menceritakan garis besarnya. Gue akan membantu lo semaksimal mungkin." Nada suara Mahdi berubah profesional, tapi tetap hangat. Setelah itu, Nurul mulai menceritakan se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD