"Mommy baru baru jika kau memiliki sekretaris baru, dan dia wanita." Ucap Amanda, sang ibu yang sudah masuk ke dlam ruangan putranya. "Hm, aku terpaksa merekrut sekretaris baru karena Rexi kualahan jika sendirian. Dia aku tugaskan untuk menghandle prroyek baru, dan tidak mungkin jika dia setiap saat bersamaku." Ucap Lorenzo sebagai alasan, karena memang itu kebenarannya. "Bukankah kau tidak suka memiliki sekretaris perempuan?" Tanya Amanda. "Hm, awalnya bahkan aku tidak ingin menerimanya kemaren, tapi aku memiliki hutang budi kepada Eliza." "Namanya Eliza? Nama yang cantik." Ucap Amanda, bukan hanya namanya, dia mengakui jika Eliza bahkan sangat cantik dan menawan, saat pertama kali Amanda bertemu dengannya dia cukup sopan meskipun tadi dia tidak membiarkannya masuk, namun dia tau jik

