Melupakan Sesuatu.

1084 Words

Jarak mereka kini tinggal sehelai napas. Cahaya lampu dapur merayap lembut di wajah Elang, menegaskan garis rahang yang tegas dan tatapan mata yang tak bergeser sedikit pun darinya. d**a Jayne terasa sesak, tapi bukan karena takut. Ada sesuatu di balik kata-kata itu—tulus, jujur, tanpa topeng. Bukan rayuan, bukan basa-basi. Justru karena tidak dibungkus niat memikat, ucapan itu terasa … menggoda dalam cara yang paling membingungkan. “Tapi … kamu nggak takut sama masalahku?” Jayne bertanya, suaranya pelan, nyaris seperti takut jawaban yang akan ia dengar. “Aku takut …” Elang berhenti sebentar, “… kamu terus-terusan mikir kamu harus ngadepin semuanya sendirian.” Sebuah jeda panjang jatuh di antara mereka. Jarak tak sampai satu meter, tapi terasa seperti ruang itu penuh oleh sesuatu yang t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD