37-Satu Syarat

786 Words

Begitu mendengar nama Manda disebut, Vicky langsung berdiri dan hendak pergi meninggalkan Devita. “Nanti saja dibicarakan, aku mau pergi makan siang dulu,” ucap Vicky sambil berjalan menuju pintu ruangannya. “Vicky!” Teriak Devita menghentikan Vicky. Vicky langsung menoleh mendengar Devita yang memanggil namanya. Kedua alisnya menekuk sambil menatap mata Devita yang melotot tidak senang. “Baiklah....” Vicky kembali ke tempat duduknya. Dia memberikan kesempatan kepada Devita untuk berbicara. Devita mulai bercerita tentang kondisi Manda, dia juga menjelaskan alasan Manda berbohong. Dia mengira, hal yang membuat Vicky berubah itu karena Manda yang telah berbohong. Sekretarisnya itu lalu meminta Vicky untuk meluangkan waktunya agar bisa bertemu dengan Manda. Vicky mengangguk pelan tanda

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD