Anya keluar diikuti kedua ibu dan anak, Jenni dan Inggrid. “Ia menunggu di luar, An,” ucap Clement sambil menunjuk ke depan toko. Anya menerobos pelanggan toko kain Clement yang masih ramai dan berjalan menuju pintu masuk toko. Begitu ada di trotoar, mata gadis itu langsung tertuju pada pria yang sedang bersandar di pinggir mobilnya yang terparkir di pinggir jalan. Tangan pria itu tersimpan di saku celananya, sementara walaupun terlihat lelah dan kuyu, wajah tampannya mengembang dan bibirnya membentuk sebuah senyuman begitu menatap Anya. “Jackson?” panggil Anya bingung. Suara tarikan nafas yang cukup keras terdengar dari sebelah Anya, membuat gadis itu melirik ke samping dan mendapati Inggrid dan Jenni rupanya masih mengikutinya. Keduanya kini sedang membelalakkan mata menatap pri