BSW Bab 152

2045 Words

“Sama seperti kamu memilih setia sampai akhir hayat Nadia, aku juga memilih menepati janjiku pada Derryl. Aku akan tetap menikah dengannya dan hidup dengannya.” Raga terdiam. Pria yang sedang duduk di teras rumah itu meremas-remas kepalan tangannya. Jawaban Mara saat dia mencurahkan semua isi hatinya sembari memeluk wanita itu—terus mengiang di kepalanya. “Jangan melamun pagi-pagi.” Raga tersentak ketika merasakan tepukan di bahunya. Refleks, pria itu menoleh. D*danya bergerak tertarik ke atas, lalu tertahan beberapa detik sebelum kemudian bergerak turun. “Lihat putrimu. Di senang sekali diajak berkebun neneknya.” Hendrawan yang sudah duduk di sebelah sang putra, mengedik kepala ke arah taman bunga di halaman depan. Di sana terlihat Ambar sedang mengajari Haniya menanam bunga. Keduanya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD