ccz 37

2390 Words

Zea dan Reiki duduk berdampingan di sofa ruang tamu, tangan keduanya saling menggenggam dan mata mereka saling menatap. Hanya mata mereka yang bicara tentang kerinduan masing masing,  Reiki kembali membawa Zea ke dalam pelukannya, 3 minggu tidak bertemu Zea, Reiki merasa cintanya semakin hari semakin dalam dan kemudian memutuskan menemui Zea terlebih dulu dari pada pulang. Reiki merasa setiap hari jatuh cinta pada Zea, matanya, senyumnya membuat Reiki selalu ingin bertemu Zea tapi sayangnya itu sulit mengingat jabatannya yang membutuhkan dedikasi tinggi. Ia mengurai pelukannya dan menatap dalam mata Zea yang teduh. "Aku sangat merindukanmu," ucap Reiki lagi. "Kan tadi udah bilang."  Reiki tergelak dan mengacak rambut Zea, seperti biasanya. "Oh ya aku ada sesuatu buat kam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD