BAB 48 SATU-SATUNYA KELUARGA Bulan sedang purnama dengan langit malam benderang tanpa serabut awan. Di bawah naungan ribuan bintang, tubuh Talisa diterkam dengan sangat intim oleh lelakinya yang sedang gemas. Mereka berdua sudah terlanjur basah dan kotor. Untungnya udara malam tetap hangat, tidak masalah untuk b******u di tempat terbuka. Calvin menekan kepala Talisa sampai berpusar-pusar diatas pasir, saling tengelam dalam ciuman yang semakin dalam, semakin pekat dan panas. Talisa benar-benar sangat hangat, sedikit mabuk membuatnya tidak keberatan untuk diremas di mana saja. Dalam kesadaran penuh Talisa tidak akan mungkin mau berbuat seperti itu dengan pria yang dia tahu masih mencintai mantan istrinya. Calvin terus mengais bibir Talisa sambil meraba ke dalam isi branya. Talisa tumbu

