"Yang lagi seneng banget. Maen berapa kali, men?" Kevin menyenggol lengan Reza, menggoda sahabatnya. Sejak tadi, senyum tak lekang dari bibirnya. Sahabatnya itu malah tertawa senang saat ditanya seperti itu. "Mau tau aja." Reza berlagak. Sengaja membuat Kevin semakin penasaran. Sejak awal dia menceritakan semua tentang Hani, Kevin begitu tertarik dan minta dipertemukan langsung. Dia benar-benar penasaran dengan sosok wanita yang membuat hidup Reza, sang pangeran berdarah dingin itu, bisa kelimpungan karena cinta. Bahkan sampai tidak fokus bekerja karena selalu memikirkannya. "Gimana sama Hani?" Kevin menaikkan alisnya. Reza menatapnya jijik. "Hm." "Apaan? Seru banget pastinya, ya nggak?" Tawanya menggema. "Sok tau." Reza memukul bahu bahunya. Wajahnya merona, terbayang saat indah i

