Bianca membereskan dokumen-dokumen di meja kerjanya sebelum akhirnya berlalu menuju lift. Saat hendak memasuki lift, lagi-lagi dia berpapasan dengan Ednar. Hari ini dia sudah tiga kali berpapasan. Pertama di kantin, kedua waktu hendak ke Mushola kantor, ketiga di tempat ini. Dengan cueknya Bianca masuk ke dalam lift, disusul Ednar. Kebekuan masih mendominasi. Dua orang itu terkadang saling menghindar, terkadang saling berseteru meski hati ada rasa, tapi masing-masing enggan memulai. Bianca merasa sebagai perempuan, dia perlu menjaga image. Selama ini ia yang selalu mengejar Ednar dan berakhir dengan penolakan. Bukan karena lelah mencintai, tapi ia juga ingin diperjuangkan. Jika memang Ednar mencintainya, pasti dia akan berjuang. Ednar kadang merasa ragu. Apa Bianca benar-benar wanita pili
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


