"Papa merasa gagal menjadi orang tua, Kai." Hadi tertegun di depan jendela kamar perawatan Dav, berdiri membelakangi sosok si bungsu yang tengah tertidur lelap. "Pa, tidak ada yang salah di sini. Semua ini sudah kehendak Tuhan." "Kamu tahu, Kai? Mungkin ini semua hukuman dari Tuhan untuk Papa." "Maksud Papa?" Kai memandangi punggung ayahnya. Ayah yang selama ini ia kenal begitu dingin dan keras, saat ini nampak lemah. Hadi menoleh ke belakang, memutar tubuhnya, sementara satu tangannya tetap bertumpu pada jendela. "Selama ini Papa menyia-nyiakan Dav." Hadi tersenyum miris, menggeleng penuh sesal, meresapi kebodohannya selama ini. "Papa tidak akan pernah sempat menunjukkan kalau Papa menyayangi Dav. Papa juga tidak punya waktu untuk menunjukkan kalau Papa peduli pada Dav." "Belu

