44. Syantik

2115 Words

"Dav, kamu kenapa?" tanya Jill heran begitu masuk ke kamar Dav dan melihat pria itu berjalan terhuyung dari arah kamar mandi. "..." Dav mengangkat wajahnya dan berusaha terlihat baik-baik saja. Ia menggeleng sambil tersenyum lebar. Jill mendekat dan membantu Dav berjalan menuju sofa. "Abis muntah, ya?" "..." Dav diam saja, tidak mengiyakan, tidak juga mengelak. Ia tidak bisa berbohong pada Jill, tapi ia tidak ingin membuat gadis itu khawatir. "Perut kamu nggak enak lagi?" tanya Jill khawatir. Dav menyandarkan punggungnya di sofa sambil mencari posisi duduk yang nyaman. "Aku gapapa, Jill." "Kamu telat makan, ya?" Jill sudah sangat paham hal ini. Tunangannya ini kerap bermasalah dengan perutnya jika terlambat makan. Jadwalnya yang padat memang terkadang menyebabkan hal seperti in

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD