BAB 31

1061 Words

Mandy terbangun dengan kepala berat. Bunyi yang ia kira sirene ternyata bel pintu rumahnya. Ia melirik jam kecil di samping tempat tidur, masih terlalu pagi untuk ada tamu. Dengan mata setengah terbuka, ia memaksa tubuhnya bangun. Langkahnya tidak stabil, tubuhnya terasa lelah, tapi ia tetap berjalan menuju pintu. Suara bel kembali terdengar, lebih mendesak. Mandy membuka pintu dengan gerakan lambat, masih belum sepenuhnya sadar. Di depan pintu, seseorang berdiri menunggu. Mandy menatap dengan bingung, mencoba memahami siapa yang datang sepagi itu. Mandy membuka pintu dengan ragu. “Oh, Eun-Ji?” katanya pelan setelah melihat siapa yang berdiri di depan pintu. Ia mundur sedikit, memberi ruang agar temannya bisa masuk. Tanpa sepatah kata pun, Eun-Ji melangkah masuk dengan cepat. Mandy menu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD