PROLOG : LUKA LAMA
Larasati Ayunda merasakan kakinya melekat ke lantai dan tak bisa bergerak. Di hadapannya, mantan tunangannya, lelaki yang menyebabkan luka di hatinya, berdiri tegak mempertontonkan ketampanan wajahnya.
Saka Gatrawira menatapnya tak berkedip.
Suasana terasa sunyi tanpa suara.
Laras merasakan jantungnya berdebar kencang. Saat menyadari Saka bergerak maju ke arahnya, ia pun berjalan mundur.
Perlahan, kedua kakinya terus melangkah ke arah yang berlawanan.
Laras hanya ingin bergerak menjauh dari sosok Saka.
Kamu jahat!
Kamu jahat!
Kamu jahat!
Kenapa kamu kembali di hadapanku?
Kenapa?
Namun Saka semakin dekat. Kedua kakinya yang tegap dan panjang mampu melangkah lebih cepat.
Laras memutuskan untuk membalikkan badannya secepat mungkin. Ia hendak berlari tapi tangannya ada yang menarik.
"Aahhh..." Laras pun berteriak.
Badannya dan badan Saka beradu. Mereka saling berhadapan tanpa jarak. Bahkan, satu tangan Saka menahannya dengan erat.
"Le.. Lepaskan aku!" Laras meronta.
Tanpa kata, tanpa suara, Saka menunduk dan mengecup pelan keningnya.
"Jangan berontak. Aku kangen..." Bisiknya.
"Ohh.." Laras terdiam. Tubuhnya bergetar hebat.
Ia tidak menyangka sama sekali.
Kangen? Kamu bilang kangen? Setelah selama ini...
"Kamu kemana saja Ayu?" ucapnya pelan. "Are you okay?"
Laras merasa tersentuh mendengar panggilan "Ayu" yang memang hanya keluar dari mulut mantan kekasihnya itu.
Ia mendongak dan menatap wajah Saka.
Mata mereka beradu.
Laras terdiam. Lidahnya kelu dan tidak tahu harus berkata apa.