Bab 11 🍒

629 Words

Gavin berjalan kembali ke kamar tidur utama sambil membawa secangkir kopi hitam yang masih mengepulkan uap. Di wajahnya masih tersisa senyuman tipis, sisa dari kepuasan malam-malam panas yang mereka habiskan bersama. Pikirannya bahkan sudah melayang ke Jakarta, membayangkan bagaimana rasanya memiliki Vero seutuhnya di apartemen mewah yang sudah dia siapkan. Namun, begitu langkah kakinya melewati ambang pintu kamar, dahi Gavin langsung mengernyit dalam. Suasana kamar mendadak terasa begitu sepi. Sepi yang aneh, sepi yang kosong. "Vero?" panggil Gavin, suaranya yang berat memecah keheningan ruangan. Gak ada sahutan. Gavin meletakkan cangkir kopinya di atas meja nakas, lalu berjalan menuju kamar mandi. Pintu kamar mandi terbuka lebar, dan di dalam sana kosong melompong. Gavin membalik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD