BAB 66

1238 Words

Gisella mengangguk. Setelah Dalfon pergi, ia menyiapkan peralatan melukis dan membawanya dengan tas besar. Ia sudah menyiapkan bekal makan siang untuk berjaga-jaga kalau pulang malam. Ada seorang klien yang memintanya melukis pohon kelapa di pinggir pantai. Sebenarnya bisa saja Gisella melukisnya dengan foto karena sering ke sana, tapi lebih bagus kalau melihat langsung. Menggunakan motor, ia menuju pantai melewati jalan yang diarahkan Dalfon. Menghirup udara pagi yang segar, Gisella merasa bersemangat. Ia cukup menyukai kehidupannya di kota ini, melewati hari demi hari dengan tenang tanpa banyak masalah. Tiba di pantai, setelah memarkir motor ia menuju halaman belakang kafe. Ia cukup akrab dengan pemiliknya karena sering singgah ke kafe ini saat melukis atau datang bersama Dalfon. ”Aku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD