BAB 55

1331 Words

"Aku ingin menjenguk Tuan Ernest, apakah kamu bisa membantuku?” tanya Gisella pada Dalfon. Pemuda itu sudah seminggu ini menginap di rumahnya. Dalfon yang baru saja bangun tidur dan bersiap untuk kerja, menatap Gisella. Wanita itu sedang kuatir dan ia pun sama. ”Kamu ingin bertemu dia?" Gisella mengangguk dengan lemah. Wajah wanita itu terlihat pucat dan ada lingkaran hitam di bawah mata. Ia menduga, karena terlalu kuatir membuat Gisella tidak bisa memicingkan mata. Sebenamya, ia tidak suka dengan Ernest karena sudah bertindak semena-mena terhadap Gisella, tapi tidak dapat dipungkiri kalau pendapatnya sedikit berubah tentang laki-laki itu. Terutama setelah bicara empat mata. Kesannya tentang Ernest masih sama, menyebalkan dan arogan. Laki-laki itu menyelesaikan setiap masalah yang te

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD