Menyesal

748 Words

"Tadi kamu berangkat jam berapa?" tanya Arya, yang duduk di depanku, sembari menatap makan siangnya. Siang ini—aku dan Arya kembali menyantap makan siang, di rumah makan padang, yang berada di dekat kantor. "Setelah aku selesai menyantap sarapan mas, tadi disaat aku sedang sarapan, tiba-tiba Reza datang, dan mengajakku untuk berangkat bersama" jawabku, sembari menatapnya. Ia hanya menggangguk, memasukkan sesendok makanan ke dalam mulut, tanpa berkata apa-apa. Namun kini, aku—kembali teringat, dengan yang tadi pagi dikatakan oleh Reza. Ia benar, aku tidak boleh menerima cinta seseorang, hanya karena merasa kasihan ataupun tidak enak; lagipula, aku tidak akan tega menyakiti Arya sedikitpun, apalagi kalau mengingat—ia yang sudah begitu baik padaku. "Kok diam aja? Kamu sakit lagi?" tanyany

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD