Akhirnya, aku menerima ajakan Arsen untuk duduk bersantai, dan mengobrol bersama di sebuah taman, yang menjadi taman favorit kami sewaktu kami masih berpacaran; awalnya, aku berniat untuk menolaknya, karena aku sedang menjaga jarak dengannya, sebab aku tidak mau, kejadian beberapa hari yang lalu terulang kembali, disaat Vira memaki diriku. "Kenapa kau hanya diam saja?" tanya Arsen, membuatku tersadar dari lamunan. Aku menghela nafas, memalingkan pandangan ke depan, dan memperhatikan taman ini yang cukup sepi, bahkan aku tidak melihat orang lain selain kami, "Aku sedang memikirkan, bagaimana jika Vira melihat kita yang pergi bersama? Atau jika ada seseorang yang melihat kita, lalu melaporkannya pada Vira?" ucapku. Lalu aku menoleh ke arahnya, yang duduk di sebelahku, "Aku tidak mau dimaki

