Begitu mendengar kabar dari suster, baik Juna maupun Sheya langsung berlari kencang menuju taman belakang seolah mereka sedang mengikuti lomba lari. Begitu mereka tiba di sana, dilihatnya sang putri yang sedang menangis histeris, sudah tantrum sambil berteriak-teriak memanggil ibunya. Anak itu sedang coba dibujuk oleh oma dan opanya namun hanya terus menangis dan berteriak memanggil ibunya. “Ibuuuu ….” Runa dan Arash yang tadi sempat mendekat untuk membopong anak itu urung dilakukan saat Anas justru terus berontak. Hingga Oma dan Opanya lah yang maju. “Ibuuuu…” Teriak anak itu lagi dalam tangisannya yang sudah tersengal-sengal. “Sayang … Ayo dengan Oma dulu, kita obati lukanya, ya? Itu Ibu sudah datang.” Ucap Kinnas yang khawatir, namun anak itu menggeleng kuat dan tangannya mengibas