Faye 48

2209 Words

“Tunggu, a-apa yang ingin kalian lakukan?! Kalian sudah membunuh ketiga temanku, sekarang apa lagi? Bunuh saja aku sekalian!” teriak Agnes pasrah. Mengingat nyaris tidak ada harapan bisa bebas, di sekelilingnya bukan orang biasa. Pun Xander yang ia ketahui sebagai pria baik-baik nan culun semasa SMA dulu, ternyata seorang psikopat berdarah dingin. “Tidak usah bertanya apa yang akan kami perbuat selanjutnya, Nona. Yang penting sekarang kita akan bersenang-senang. Bagaimana? Apa kamu tertarik?” balas Xander tersenyum evil, membuat sekujur tubuh Agnes bergidik ngeri. Merinding. Agnes menelan ludah, menghirup oksigen sedalam mungkin. Napasnya mulai terengah, jantungnya semakin berdegup kencang ketika Xander mendekatinya perlahan. Pria itu melepas satu per satu ikatan di tubuh Agnes, lalu mem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD