Faye 41

2343 Words

Wajah Faye tampak pucat pasi, ia melirik Xander sekilas. Kemudian kembali terpaku pada layar ponsel lelaki itu yang ia letakkan asal di atas meja. “Ka-kamu ....” Faye menoleh pada Xander, bibirnya bergetar. Ia menggeleng lemah seraya menutup mulut. “Sayang ... aku bisa menjelaskan semuanya,” kata Xander mencoba menggenggam tangan Faye. Gadis itu beringsut mundur, menggeleng. Telunjuknya mengarah pada Xander dengan mata yang sudah berkaca-kaca. “Kamu pembunuh, Xander! Kamu membunuh Lyonere!” teriak Faye dengan tangis histeris, pecah sudah. “Aku tidak membunuhnya, Fay—“ “Bohong! Bukti itu sudah jelas! Bahkan aku merasa jijik hingga tidak bisa meneruskan melihat foto-foto itu. Kamu keterlaluan!” Seperti disambar petir di siang bolong, Faye tak menyangka jika Xander benar-benar melaku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD