Dua Puluh Empat

1671 Words

Kamis (17.50), 25 Maret 2021 -------------------- Semua orang di ruang keluarga Abraham yang sedang berkumpul terbelalak kaget melihat Vero yang baru saja datang. Bagaimana tidak? Lelaki itu harusnya masih berada di penjara. Dan kalaupun dia berhasil bebas, sangat aneh karena dia malah datang ke kediaman orang yang telah menjebloskannya ke penjara. “Vero!” Hany baru saja hendak turun dari lantai dua, berseru antara kaget dan senang saat melihat Vero. Buru-buru dia menghampiri lelaki itu lalu menghambur ke dalam pelukannya. “Ugh.” Vero meringis saat Hany memeluk tubuhnya yang masih penuh luka. Mendengar itu Hany langsung mundur dan menatap Vero dengan ekspresi bersalah. “Maaf. Masih sakit ya?” Vero tersenyum seraya mengangguk pelan. “Ayo kuantar ke kamarmu. Kau harus segera istirahat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD