Dua Puluh Tujuh (End)

2055 Words

Kamis (22.36), 25 Maret 2021 ---------------------- Xavier berkedip beberapa kali sebelum kelopak matanya bisa terangkat. Dia bukan tipe orang yang langsung terjaga begitu membuka mata. Karena itu Xavier masih diam menunggu sampai ia benar-benar terlepas dari alam mimpi. “Sintha!” Xavier memanggil namun tidak ada sahutan. Sejak seminggu terakhir ia dirawat di rumah sakit, hal pertama yang selalu dilihat Xavier begitu bangun tidur adalah wajah cantik Sintha. Hari ini untuk pertama kalinya, dia tidak melihat Sintha begitu membuka mata. Dan itu membuatnya merasa paginya kurang lengkap. Xavier menunggu dengan pandangan ke arah meja di sudut kamar yang memajang kumpulan buket bunga dari teman-teman dan para pegawainya di Abraham Group. Banyak juga buket bunga dan kartu ucapan dari penghuni

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD