Begitu Elijah dan Benjamin pulang, Louca mengajakku pindah ke ruang santai. Dante tidak ikut menemani karena harus menyelesaikan pelajaran bersama Mr. Anakin. Begitu Louca memastikan aku duduk secara nyaman dan, pastinya, aman di sofa barulah dia memerintah pelayan mencuci kiwi dan membawakan pisau buah beserta peralatan makan. Dengan telaten Louca mengupas kiwi, memotongnya, lalu meletakkannya di piring. “Terima kasih,” kataku sembari menusuk kiwi dengan garpu kemudian makan sepotong demi sepotong. Cairan buah terasa asam dan menyegarkan mulut. Kecintaanku terhadap kiwi serta buah asam hanya muncul ketika tengah mengandung. “Pasti enak bila dicampur dengan kue.” “Apa kau ingin makan stroberi?” Louca menawarkan. “Panen tahun ini bagus. Berkat saran darimu, tentu saja.” Aku mengangguk

