51. Sebuah Foto

1453 Words

“Lagi mikirin apa, Dell? Dari tadi aku lihat kamu banyak senyum.” Aku langsung menoleh ketika mendengar suara Mas Razan. Mas Razan baru datang dari dapur sembari membawa satu piring buah apel yang sudah dipotong kecil-kecil. “Enggak mikirin apa-apa, Mas. Cuma lagi seneng aja.” Aku menjawab sambil tersenyum lebar, dan itu sukses membuat Mas Razan mengerutkan alis heran. “Ada-ada aja. Kamu sini, Dell.” Mas Razan mengisyaratkanku untuk duduk di sampingnya. Aku patuh saja. lalu berjalan ke arah sofa bed di balkon kamar kami. Saat ini perutku sudah membuncit dan itu membuatku sedikit sulit untuk jalan cepat. Selain sulit jalan cepat, aku juga sulit memposisikan diri ketika duduk. Mas Razan reflek menyiapkan bantal punggung agar aku bisa duduk bersandar dengan nyaman. “Mas,” “Hm?” Mas Ra

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD