GT-40

1494 Words

Kecewa pada diri sendiri, itulah yang riefaldi rasakan saat melihat istrinya yang biasa cantik dan segar, kini terlihat sembab dan berantakan tetap setia pada kewajiban menemani kedua buah hati mereka yang masih berumur enam bulan terbaring tak berdaya dirumah sakit, keduanya demam tinggi. Demamnya tak mau turun sejak tadi namun entah keajaiban atau rasa rindu mereka pada sang papa, kedua bayi kembar yang sedang menangis di pangkuan chantika serta ibu mertuanya, perlahan diam tepat ketika riefaldi muncul di pintu ruang rawat kamar mereka. Chantika tersenyum meski mata berkaca-kaca, menyampaikan bagaimana dirinya begitu sedih melihat buah hatinya seperti ini. Bukannya egois dalam kondisi anaknya seperti ini, hati riefaldi sedikit bersyukur dan lega sepertinya Kak gandih atau pun Kak k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD