Nathan menegakkan tubuhnya, menarik lepas kain terakhir di tubuh istrinya. "Ahhh, Bang." Indah nyaris berteriak ketika Nathan dengan cepat mendaratkan wajahnya ke bawah sana. Rasa hangat dan basah menyapa Indah. "Ab-abaaangggg," jerit Indah tak tahan ketika Nathan memporak-porandakan bagian pribadinya itu. Sangat lihai membungkus dirinya dalam gulungan hasrat yang membara. Nathan sedikit mengangkat wajahnya. "Kamu masih gak tahan kalau itunya aku mainin ya, Yang?" Indah mengangguk dengan mata sayu, sumpah mati ia ngos-ngosan seperti habis mendaki gunung dan melewati lembah. Jawaban itu membuat Nathan lebih termotivasi lagi. Bergerak lebih dari yang sebelumnya. "Abaaangg, akuuuh aahhh." Sudah lama tak disentuh, dan kini ketika kembali disentuh, Nathan malah tidak memberi ampun

