"Ibu yakin gak mau ikut sekalian?" tanya Indah sambil menunggui Ibunya sedang membuat kue-kue yang akan dititipkan untuk sang besan, alias mertuanya. Sukma menggeleng. "Nggak dulu, Nduk. Ibu masih mau di sini. Sekalian nungguin Kakaknya Sinta lahiran. Habis itu baru Ibu ke Jakarta lagi." "Kan aku ke Jakartanya cuma bentar kok, Bu. Kalau urusannya udah selesai, Indah balik ke sini lagi kok." "Buat apa?" tanya Sukma yang kini membelokkan lehernya untuk bisa menatap wajah putrinya itu. "Ih, Ibu. Kan ini rumah aku juga, jadi yah judulnya aku pulang dong," jawab Indah denganwajah tanpa dosa. "Iya, Ibu tahu. Tapi buat apa kamu pulang ke sini lagi?" "Jadi aku harus pulang ke mana dong, Bu?" Sukma berdecak kesal. Ia kemudian bangkit dari tempat duduknya, berjalan ke arah westafel untuk men

