“Ayang kenapa?” Nathan khawatir melihat wanita kesayangannya bergelung dalam selimut. Tak hanya tubuh yang Indah sembunyikan di dalam selimut tapi juga sebagian wajahnya. Indah tak menjawab tapi ia makin menyembunyikan wajahnya di dalam selimut. Dengan cepat, Nathan yang hanya memakai handuk di pinggangnya langsung duduk di sisi tempat tidur. “Ayang kenapa?” tanyanya lagi. “Dingin, Bang. Abang kelamaan mandinya, aku kan cuma pakai baju yang kayak saringan tahu gini.” Nathan terkikik, bukannya tak kasihan pada sang istri, tapi Indah terlihat sangat menggemaskan. “Kalau dingin, AC-nya kan bisa dikecilin, Yang,” ujarnya sambil mengusap puncak kepala Indah. “Kan nanti kita mau panas-panasan, Bang. Jadi AC-nya sengaja aku turunin suhunya biar dingin. Abang kan suka keringetan kalau l

