Suasana meja makan di rumah Nathan dan Indah terlihat suram. Wajah Indah yang sedikit pucat dengan rambut setengah basah juga wajah Nathan yang tertekuk seperti kanebo kering. Dilempengin tidak bisa, dilipat pun juga tidak bisa, pokoknya serba salah. Niel, Noah, Kenzo dan Kenzi duduk dengan punggung tegak dan dua tangan di atas paha. Persis seperti anak sekolah dasar yang mau pulang, kalau tidak duduk manis yah tidak bisa pulang. Sementara Nala sendiri terlihat santai menikmati sarapan yang agak kesiangan itu. Lebih tepatnya brunch pada pukul sebelas. "Kak, ini enak banget nasi gorengnya. Pakai terasi ya?" tanya Nala. “Pedesnya juga pas banget, gak pedes tapi masih berasa cabenya,” tambahnya berkomentar. Tadi memang setelah Nathan masuk kembali ke dalam kamar, mood suami Indah itu sud

