12. Ancaman Arya.

1807 Words

Langkah Uma terseok di lorong yang dingin. Setiap langkah, kakinya seperti tertusuk duri. Kakinya kesemutan karena terlalu lama dalam posisi yang sama. Tapi ia terus berupaya berjalan cepat. Ia berburu dengan waktu. Tini berjalan setengah langkah di belakangnya, wajahnya tertunduk. Tapi ketika mereka tiba di depan kamar mandi, Tini berbisik pelan nyaris tanpa suara, "Ponselnya dalam keadaan aktif, Bu. Saya memasang mode senyap." Uma mengangguk kecil, cepat. Ia mendorong pintu kamar mandi dan bersiap menghubungi Arumi. Di dalam kamar mandi Uma membuka simpul kerudungnya. Dengan jari yang bergetar, ia mengeluarkan ponsel kecil itu. Hening. Jantungnya berdebar tak karuan. Ia menekan kontak yang tadi sempat disiapkan oleh Tini. Nomor Arumi. Satu nada sambung. Dua... Klik. "Halo?" suar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD