Amanah di Balik Kelambu dan Singa yang Menjadi Penjaga Berita tentang dua garis merah itu tidak langsung menyebar seperti api di Pesantren Hidayatullah. Ghara dan Fathimah memilih untuk menyimpan rahasia itu selama satu malam penuh, membiarkan keajaiban itu mengendap hanya di antara mereka berdua. Malam itu, Ghara tidak membiarkan Fathimah turun dari ranjang meski hanya untuk mengambil air minum. Ia memperlakukan Fathimah seolah-olah istrinya itu terbuat dari kaca yang paling rapuh sekaligus permata yang paling berharga. Pagi harinya, saat matahari mulai mengintip dari balik perbukitan, Ghara menuntun Fathimah menuju kediaman Kiai Zayn. Langkah Fathimah terasa ringan namun hati-hati, sementara tangan Ghara terus melingkar di pinggangnya, seolah sedang memagari sebuah harta karun dari t

