68. Dilema Seorang Kenandra

1031 Words

Diamnya Ana, membuat Edward tidak enak hati dan pria itu langsung membungkam mulutnya. Menahan diri untuk tidak mengomeli Ana seperti tadi. Bukan ranahnya juga dia mengatai Ana demikian karena bagaimana pun juga, dia bukan apa-apanya Ana. Merasa bersalah, Edward menolehkan kepalanya. "Maaf. Tidak ada maksud bagiku untuk menakuti kamu. Jangan diambil hati. Saya keceplosan berkata seperti itu. Saya ... saya hanya sedang khawatir sama kamu, Ana!" "Tidak apa, Mister Ed. Dan mungkin untuk beasiswa itu ... saya tidak berani ambil untuk sekarang karena kondisi saya yang tidak memungkinkan. Saya mana bisa kuliah lagi di tempat yang jauh dari keluarga dalam kondisi hamil. Saya minta maaf pada Mister Ed karena sudah menyusahkan dan merepotkan selama ini." "Tidak ada istilah merepotkan, Ana. Saya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD