Kinan merasa kepalanya seperti ditusuk jarum berulang kali yang membuat pandangan matanya juga kabur. Ia mencoba lagi membuka matanya perlahan. Dan ketika matanya sudah bisa menyesuaikan dengan cahaya di sekitar, ia pun mulai melihat sekitar. Ia bingung berada dimana sekarang sampai pandangannya tertuju pada orang yang ia kenal. " "Rani....." Panggil Kinan Kinan melihat Rani diikat di kursi. Tampak beberapa luka lebam di wajah serta badannya. Pokoknya keadaan Rani sangat memprihatinkan " Nyonya Kinan tidak apa-apa?" Tanya Rani khawatir "Harusnya aku yang tanya sama kamu. Rani kamu ga papa? Aku ga papa Rani." Jawab Kinan ikut khawatir "Syukur kalau Nyonya Kinan tidak apa-apa. Nyonya tenaga aja saya tidak apa-apa. Nyonya tidak perlu khawatir dengan kondisi saya." kata Rani coba menghibu

