David meletakkan sendok dan garpunya sesaat setelah mendengar pertanyaan Ramon. Tiba -tiba saja, David mengingat kejadian beberapa tahun lalu yang membuat putrinya sempat terlihat terpuruk dan sedikit berubah. Ramon jelas melihat perubahan sikap David itu. Tiwi sempat melirik ke arah David dan berpura -pura mengangkat piring kotor ke belakang karena dirinya dan Ratu sudah selesai lebih dulu. "Maaf Om. Kalau pertanyaan saya sulit untuk di jawab, lebih baik tidak usah di jawab," ucap Ramon. "Bukan itu Ramon. Saya jadi mengingat sesuatu dengan pertanyaan ini. Kejadian kurang lebih lima tahun yang lalu." David menarik napas dalam. Ia menghentikan ucapannya. Bukan ragu mneceritakan tetapi kejadian itu membuat David sedikit ada penyesalan. Ya, David memang keras dalam hal mendidik anak -anak

