RR.31 (+++++)

2884 Words

Kecupan singkat itu membuat tubuh Bella menegang. Bella masih berdiri di sisi ranjang dengan tubuh membeku. Ia terkejut dengan luapan perasaan Pak Yudistira terhadap dirinya pagi ini. Sejak pagi, Bella tidak mmeiliki firasat apapun, bahkan, semalam ia tidak bermimpi apapun hingga ia mendapatkan kejutan yang teramat membuat dirinya syok. Yudistira masih memandang wajah cantik Bella yang kaku menatap Yudistira. Entah tatapan semacam apa dengan perasaan yang campur aduk. Jujur, sejak hancurnya hidup Bella. Ia sama seklai tidak tertarik dengan pria. Hanya satu pria yang masih sempat Bella kagumi dan itu pun karena Bella merasa mengagumi dan sedikit hutang budi atas penyelamatan malam itu. "Hei ... Kenapa kamu diam? Aku tahu, ini terlalu cepat untuk di ungkapkan, Bella. Setidaknya aku bisa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD