Tempat Baru.

1143 Words

Emi sadar dia bukan berasal dari keluarga kaya dengan fasilitas serba mewah di rumahnya yang ada di kampung, tapi kehidupan nyaman yang dicicipinya ketika menginjakkan kaki di ibukota, membuatnya merasa canggung dengan kontrakan sempit yang saat ini jadi tempatnya tidur. Jujur saja, dia baru mengalami sendiri bagaimana rasanya hidup kaum bawah seperti ini. “Bisa tidur?” sapa Edu ketika Emi turun dari lantai atas pagi itu, dia sendiri baru saja bangun dan masih duduk terkantuk-kantuk di samping Lexi yang masih tampak tidur lelap. Emi sejenak melihat ke atas, lalu tersenyum mengangguk. Padahal dia baru bisa tidur sekitar pukul 3, dan sekarang bangun lebih awal di pukul 5 pagi. Edu tersenyum, “Mata nggak bisa bohong, lho!” ujarnya seraya lalu menguap lebar. Emi termangu namun akhirnya ter

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD