Rhea 80

1211 Words

Zaki memutar tubuhnya sehingga kali ini ia bisa melihat Rhea dengan benar. Satu kakinya ia lipat di atas ranjang sementara yang lain menjuntai sedangkan kedua tangannya kini menangkup wajah Rhea yang kembali basah. “Kamu ga pernah pacaran, ‘kan?” tanya Zaki memicing. Gelengan adalah jawaban yang pria itu dapatkan. “Aku juga, Rhe. Lihat? Kita adalah dua orang yang sama-sama ga pernah pacaran juga dua orang yang sama-sama memendam perasaan. Tapi apa aku kelihatan kaya kamu? Apa aku pengen mati atau orang yang kusuka aja yang aku sumpahi mati? Rhea.. jangan biarkan perasaan itu mengontrol kamu.” Zaki berdecak kesal karena apa yang akan dikatakannya kali ini akan terdengar menggelikan. “Aku bukan penyair, ga bisa bikin puisi makanya pujangga juga bukan sebutan yang cocok untukku. Aku hanya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD