Bab 9

1084 Words

Devan duduk di dalam mobilnya yang terparkir di depan gang perumahan. Lampu jalan remang, udara malam terasa dingin menusuk, dan dadanya terasa sesak. Ia menunduk, menatap setir mobil dengan wajah letih. Setiap detik yang berlalu membuatnya semakin gelisah, pikirannya kacau setelah pertengkaran sengit dengan Rosalina. Tak lama, Serena datang dengan pakaian santai, kaos oversize yang menutupi separuh paha dan celana pendek. Rambutnya dibiarkan terurai, wajahnya polos tanpa riasan, namun tetap memancarkan pesona. Saat melihat Devan keluar dari mobil, Serena langsung menghampiri dan memeluknya erat tanpa banyak bicara. Devan membalas pelukan itu, memejamkan mata sejenak. Pelukan Serena terasa menenangkan, seolah memberi ruang aman dari segala kekacauan yang membelenggunya. Beberapa waktu k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD