Bab 83

2323 Words

Lara tercekat, matanya terkunci pada sorot dingin Niko. Sejenak, waktu seakan berhenti. Tatapan itu seperti pisau tajam yang menusuk diam-diam, membuat napasnya patah-patah. Andra masih menunggu jawaban, senyumnya hangat. “Bagaimana, Lara? Kalau ada kesempatan ke luar negeri, kamu mau?” Lara menggigit bibir, bingung harus berkata apa. Sebelum ia sempat membuka suara, Niko tiba-tiba menaruh gelas kristalnya ke meja. Tuk Suara itu tidak keras, tapi cukup membuat beberapa kepala menoleh. Suara Niko kemudian terdengar rendah, tenang, namun jelas membawa bara yang mendidih. “Menurut saya…” ia melirik sekilas ke arah Andra, lalu menatap meja, “…tidak semua orang perlu terburu-buru mengejar ke luar negeri. Kadang, yang lebih penting adalah tahu di mana tempatnya, dan menjalankan peran itu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD