Bab 33

3253 Words

Cahaya matahari pagi menyusup lembut melalui sela gorden tipis kamar utama. Garis-garis sinarnya menari di atas seprai satin krem, menyorot pelan pada kulit bahunya yang terbuka. Udara sejuk menyentuh kulit, menyelinap masuk dari jendela yang sedikit terbuka, namun tubuh Lara terasa berat dan hangat, seolah-olah selimut itu menahannya dari dunia luar. Ia membuka mata perlahan, kelopaknya terasa kaku, seperti tak mendapat cukup tidur. Pandangannya kabur sesaat sebelum mulai fokus. Matanya masih menyimpan sisa kelelahan. Seperti baru saja selesai lomba maraton yang tak diinginkannya. Ada nyeri tumpul yang tertinggal di seluruh otot tubuhnya, terutama di bagian-bagian yang paling pribadi. Kakinya pegal. Pinggangnya linu. Bahunya kaku. Dan hatinya? Entah di mana. ‘Apa yang terjadi semalam.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD