57. AYDEN: 🎵 THE NIGHT WE MET

1508 Words

🎤: Lord Huron In the maze of guilt and fear, sometimes a single good intention can look like a mistake—until the truth speaks louder than fear. *** “Esa salah, ya Bang?” Suaranya melirih, ekspresinya menyiratkan kekhawatiran. Ditambah raut lelah yang jelas tampak karena semalaman tak tidur. “Ngelihat reaksi Mas Andra, Esa jadi ngeri sendiri.” “Ngeri kenapa?” tanya Bang Ian. Beliau baru saja tiba di selasar tamu pasien rawat inap. Kami belum beranjak dari posisi ini, duduk di sofa-sofa yang disediakan. Sesekali Nara mengintip ke dalam kamar, memeriksa kalau-kalau Ajeng—yang ditemani Kalista—terbangun. Namun sejauh ini, tidurnya masih dalam. “Tiba-tiba aja kepikiran, jangan-jangan nanti Esa diselidiki dan dituduh punya peran bikin Grey OD,” sahut Esa. Bang Ian menepuk pelan bahu Esa.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD