“Huuuuh, sangat melelahkan.” Liona baru saja bersandar di sofa pulang dari menjemput anak-anaknya sekolah. Padahal suaminya sudah mengatakan kalau sopir yang akan menjemput keduanya. Liona dan Xavier memiliki perasaan yang begitu berbeda untuk urusan anak-anak. Meskipun Xavier punya sopir yang bisa mengurus anak-anak. Bukan berarti Liona tega dan membiarkan anaknya begitu saja ketika pulang. Keduanya langsung mengambil minuman ke kulkas. Liona yang duduk di sofa sambil mengelus perutnya. Memiliki anak lagi di saat keduanya baru masuk sekolah. Liona akan semakin repot karena harus siapkan bekal untuk mereka berdua. Dulu Xavier pernah menawarkan, jika Liona tidak mau punya anak lagi. Xavier tidak akan permasalahkan. Namun dia begitu nekat dan tidak mau menggunakan alat pencegah kehamil

