Pagi hari ketika Alya sedang terbangun dari tidurnya ia meraba di samping tempat tidurnya. Ia tidak menemukan pria yang semalam tidur bersama dirinya. "Al, ayo nikah!" kata itu terngiang di dalam kepalanya sejak semalam Devan mengajaknya untuk serius ke jenjang pernikahan. Bukannya Alya tidak mau menikah dengan Devan, tetapi ia memikirkan bagaimana orang tuanya. Meskipun sepenuhnya biaya pendidikan saat ini ditumpahkan kepada Devan, tapi bagaimanapun juga ia ingin mengenyam pendidikan yang lebih baik daripada orang tuanya. Alya juga sangat ingin mengangkat derajat orang tuanya meski sekarang ini berada di posisi baik. Semalam ia juga tidur membelakangi Devan, dan pria itu melakukan hal yang sama. Devan barangkali marah kepada dirinya yang mengambil keputusan secara sepihak yaitu, menolak.

