Setelah menyantap makan siang bersama, Handoko dan Angkasa segera berpamitan, hendak pergi ke kantor lurah. Sementara Jingga akan pergi untuk bertemu dengan temannya. "Pak Lurah, bagaimana kalau kalian ikut dengan saya? Biar saya yang mengantar sekalian," tawar Angkasa. Namun, Handoko menolak dengan halus, "Tidak perlu, Nak Angkasa. Bapak sudah biasa pergi ke kantor dengan sepeda motor. Lagi pula, tidak terlalu jauh." "Iya, Kasa. Aku juga nggak perlu ikut kamu. Rumah temanku dekat, aku hanya ingin jalan-jalan mengelilingi desa saja," tolak Jingga pula. Mendengar hal itu, Angkasa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, menjadi salah tingkah. "Oh, gitu ya," gumamnya. Lalu, ia meminta izin, "Bu Ningrum, apa boleh saya titip mobil di sini? Saya ikut Bapak saja dan nanti saya juga ingin iku